Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan pendidikan. Pada tahun 2026 ini, SMP 1 Mejobo turut menyemarakkan peringatan tersebut dengan melangsungkan Upacara Bendera. Melalui pesan visualnya, sekolah ini menekankan pentingnya menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus maju menghadapi tantangan zaman.

Bapak Rodhi, S. Pd, M. Pd., selaku Kepala SMP 1 Mejobo, yang mengenakan seragam batik Korpri sebagai simbol pengabdian aparatur negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Penggunaan warna biru yang dominan memberikan kesan profesionalisme dan ketenangan, sementara aksen kuning keemasan menyimbolkan kejayaan dan optimisme pendidikan di masa depan. Poster tersebut juga memuat kutipan legendaris yang menjadi fondasi filosofis pendidikan di tanah air.

Kutipan tersebut adalah semboyan dari Ki Hadjar Dewantara: "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani". Secara harfiah, semboyan ini berarti "di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan, dan di belakang memberi dorongan". Berdasarkan catatan sejarah, semboyan ini bukan sekadar kalimat puitis, melainkan prinsip kepemimpinan pendidikan yang digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922.
Penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional sendiri bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, sang Bapak Pendidikan Nasional. Pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 menetapkan hari ini untuk mengenang perjuangan beliau yang berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum bermartabat saja yang bisa mengenyam pendidikan. Perjuangannya memastikan bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, tanpa memandang status sosial.

Melalui peringatan di SMP 1 Mejobo ini, diharapkan nilai-nilai luhur tersebut tetap terjaga dan relevan bagi generasi Z dan Alpha. Dengan integrasi media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang tertera pada visual tersebut, pendidikan diharapkan mampu bertransformasi secara digital namun tetap berpijak pada karakter bangsa. Sebagaimana pesan dalam poster, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan tentang mencetak manusia yang kreatif dan memiliki integritas moral yang kuat.