KUDUS (9 Juni 2026) – SMP 1 Mejobo (Spensame) secara resmi menerima kunjungan lapangan dari Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) guna mengevaluasi standar higienitas, pelayanan medis, dan implementasi budaya hidup bersih di lingkungan madrasah. Kehadiran tim evaluator disambut hangat oleh Kepala Sekolah, jajaran guru, tenaga kependidikan (tendik), serta kader kesehatan remaja di bawah semboyan "Kreatif Berkarakter". Melalui visitasi ini, tim penilai memberikan potret komprehensif serta rekomendasi strategis yang menyentuh empat pilar utama sekolah demi mematangkan kesiapan Spensame dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah anak.


Pada sektor Manajemen dan Pelayanan Kesehatan, tim evaluator menyoroti pentingnya meratakan sosialisasi Trias UKS kepada seluruh guru dan tendik, menambah papan informasi SOP penanganan siswa, serta memperbanyak porsi kader UKS laki-laki demi standarisasi pelayanan yang setara. Sektor medis darurat seperti kesiapan tabung oksigen dan pembatasan wewenang jenis obat-obatan dinilai sudah berjalan sesuai koridor, namun buku konseling BK disarankan mulai mengintegrasikan dokumentasi kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, tim penilai mengimbau keras agar fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tidak lagi menyediakan lap kain bersama demi menghindari kontaminasi silang, yang juga perlu didukung oleh penambahan media promosi kesehatan di beberapa ruang strategis.

Beralih pada pilar Sarana Prasarana (Sarpras) dan Pendidikan Kesehatan, tim penilai memberikan apresiasi tinggi terhadap ketersediaan wastafel dasar, adanya pembiasaan sarapan bersama, serta realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Kendati demikian, sekolah memiliki pekerjaan rumah untuk segera merealisasikan jaringan air bersih PDAM guna mengurai kendala air yang berebutan di kantin saat jam istirahat. Pembenahan fisik lainnya mencakup penggantian tanaman dan lampu listrik yang mati, pengadaan sabun di toilet laki-laki, penyediaan pembalut darurat di toilet perempuan, hingga perbaikan manajemen pemilahan sampah organik-anorganik yang ditandai dengan masih banyaknya tempat sampah terbuka di area sekolah.

Menutup rangkaian penilaian, tim evaluator mencatat bahwa meski dokumen program kesehatan Spensame sangat lengkap, progres pelaksanaannya perlu dijadwalkan secara berkala termasuk peningkatan pembinaan PHBS yang saat ini baru mencapai 70%. Untuk program jangka panjang, sekolah diminta memperluas sistem anti-bullying berbasis aplikasi menuju penguatan Budaya Ramah Anak serta memasukkan materi anti-kekerasan dan gerakan 7 KAIH pada MPLS 2026 mendatang. Merespons evaluasi tersebut, Ibu Zulia memastikan kesiapan kader dan akan menyusulkan berkas perbaikan paling lambat Rabu pagi, sementara Kepala Spensame menyampaikan rasa terima kasih sekaligus komitmen penuh untuk segera membenahi seluruh catatan teknis tersebut secara bergotong royong. Spensame, jaya!