Derap Langkah Literasi Digital: Spensame Sukses Nobar "Cyber Bullying" Secara Masif


KUDUS (22 April 2026) – Menjawab tantangan etika berkomunikasi di era digital, SMP 1 Mejobo (Spensame) mengambil langkah inovatif dengan memboyong ratusan siswa kelas VII ke Bioskop NSC Kudus. Agenda bertajuk Nonton Bareng (Nobar) film "Cyber Bullying" ini dirancang sebagai medium edukasi visual untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak psikologis perundungan dunia maya. Dengan sinergi yang solid, kegiatan ini berhasil mentransformasi teori pendidikan karakter menjadi sebuah pengalaman belajar yang sangat relevan dan mudah diresapi oleh para generasi Z.

Mobilisasi massa siswa dalam jumlah besar ini berlangsung dengan presisi tinggi melalui pembagian dua sesi operasional. Sesi pertama yang dimulai sejak pagi hari melibatkan kelas 7B, 7C, 7E, 7I, dan sebagian 7D, sementara sesi kedua menyusul untuk kelas-kelas lainnya. Keberhasilan alur keberangkatan hingga koordinasi di lokasi dipandu langsung oleh tim lapangan yang berdedikasi, yakni Rudy Saputro, M.Pd., Ahmadun Nafix, S.Pd., Bagus Surya Kusuma, S.Pd., Fita Fatimah, S.Pd., dan Moh Saifuddin, S.Ag. Profesionalisme mereka memastikan transisi siswa dari sekolah menuju bioskop berjalan tertib dan aman.

Nuansa kebersamaan terasa kental saat ratusan siswa dengan seragam olahraga merah-hitam yang ikonik mulai memadati area lobi hingga studio bioskop. Kedisiplinan siswa Spensame menjadi sorotan positif; mereka tetap mengikuti protokol sekolah dengan mengenakan sepatu hitam dan atribut lengkap secara rapi. Sebelum lampu studio dipadamkan, keceriaan tampak membuncah dari wajah-wajah siswa yang antusias mengikuti arahan para Guru Pendamping Kelas seperti Jamiati, S.Pd., Una Melik, S.Pd., hingga Noor Zulia, S.Pd. dan tim pendamping lainnya yang sigap menjaga kondusivitas di dalam studio.

Puncak dari kegiatan ini adalah saat film diputar, di mana suasana studio seketika berubah menjadi hening dan penuh konsentrasi. Narasi film yang kuat berhasil menyentuh sisi emosional siswa, memicu refleksi diri tentang pentingnya empati dalam berinteraksi di media sosial. Para guru pendamping, termasuk Roya Rokhila, S.Pd., Nor Saidah, S.Pd., Veronika Hertania PR., S.Pd., dan Ina Filasari, S.Pd., terus memantau proses internalisasi pesan moral ini, memastikan bahwa setiap adegan edukatif yang tersaji benar-benar dipahami sebagai pelajaran hidup yang berharga.

Sebagai penutup, agenda Nobar ini diakhiri dengan kesan mendalam bagi seluruh peserta didik. Spensame membuktikan bahwa pendidikan tidak harus selalu kaku di dalam kelas; media sinematik terbukti menjadi "senjata" ampuh untuk membangun benteng karakter siswa di tengah gempuran informasi digital. Dengan kesuksesan acara ini, SMP 1 Mejobo menegaskan komitmennya untuk mencetak pribadi yang cerdas, bijak, dan berani bersuara melawan segala bentuk perundungan, demi terciptanya lingkungan pergaulan yang sehat dan bermartabat.