Spensame "Geruduk" Bioskop: Edukasi Literasi Digital Lewat Nonton Bareng Film "Cyber Bullying"

KUDUS (22 April 2026) – Menemui hari Rabu yang dinamis, SMP 1 Mejobo (Spensame) menginisiasi sebuah langkah edukatif yang segar dan relevan dengan tantangan zaman. Alih-alih belajar di dalam kelas, ratusan siswa kelas VII "menggeruduk" Bioskop NSC Kudus yang terletak di Jl. AKBP Agil Kusumadya Jati. Agenda utama mereka bukanlah sekadar rekreasi, melainkan mengikuti kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film bertajuk "Cyber Bullying". Langkah ini diambil sekolah sebagai upaya preventif dan edukatif untuk memerangi praktik perundungan di dunia maya yang kian marak.


Berdasarkan dokumen teknis yang dirilis sekolah, kegiatan Nobar ini dilaksanakan secara terstruktur dan masif. Mengingat jumlah siswa yang besar, pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi utama guna menjaga kondusivitas. Sesi 1 berlangsung pada pukul 07.00 – 11.00 WIB, diperuntukkan bagi kelas 7B, 7C, 7E, 7I, dan sebagian kelas 7D (Putri). Sementara Sesi 2 menyusul pada pukul 09.00 – 13.00 WIB untuk kelas 7A, 7F, 7G, 7H, dan sisa kelas 7D (Putra). Pembagian sistematis ini memastikan seluruh siswa kelas VII mendapatkan kesempatan edukasi yang merata.

Keberhasilan logistik agenda besar ini tidak lepas dari peran krusial Tim Lapangan yang bekerja ekstra keras di garda terdepan. Mereka adalah Rudy Saputro, M.Pd., Ahmadun Nafix, S.Pd., Bagus Surya Kusuma, S.Pd., Fita Fatimah, S.Pd., dan Moh Saifuddin, S.Ag. Tim ini memastikan alur keberangkatan dari sekolah, koordinasi armada angkutan, hingga penempatan siswa di dalam studio bioskop berjalan sesuai rencana. Profesionalisme para guru di lapangan menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi ratusan siswa menuju lokasi acara.

Di dalam studio bioskop, suasana tampak penuh semangat namun tetap tertib. Ratusan siswa Spensame tampil kompak mengenakan seragam atasan olahraga berwarna merah-hitam dan bawahan putih, menciptakan pemandangan visual yang solid di area tempat duduk merah bioskop. Sebelum film diputar, para siswa terlihat antusias dan ceria. Kedisiplinan tinggi ditunjukkan siswa dengan mematuhi instruksi, termasuk keharusan mengenakan sepatu hitam dan jilbab gelap bagi siswi perempuan. Ekosistem belajar di Spensame yang "Kreatif Berkarakter" benar-benar tecermin dari perilaku tertib mereka di fasilitas publik.

Selama prosesi nonton bareng berlangsung di setiap kelas, peran para Guru Pendamping Kelas sangat vital dalam menjaga fokus dan keteriban siswa. Di Sesi 1, tercatat nama-nama seperti Jamiati, S.Pd., Una Melik, S.Pd., Sri Lestarinningsih, S.Pd.I., Shofianawati, S.Pd., dan Fita Fatimah A, S.Pd. yang mendampingi dengan dedikatif. Sementara di Sesi 2, tongkat estafet pendampingan dilanjutkan oleh Noor Zulia, S.Pd., Roya Rokhila, S.Pd., Nor Saidah, S.Pd., Veronika Hertania PR., S.Pd., dan Ina Filasari, S.Pd. Kehadiran para guru ini memberikan rasa aman dan memastikan pesan edukatif film tersampaikan dengan baik.

Film "Cyber Bullying" yang diputar dipilih karena relevansinya yang tinggi dengan kehidupan generasi Z yang sangat lekat dengan gadget dan media sosial. Melalui visualisasi kisah dalam film, sekolah ingin membuka mata siswa mengenai dampak psikologis yang merusak dari perundungan dunia maya. Siswa diajarkan untuk lebih bijak dalam berkomentar, memiliki empati digital, dan berani melapor jika menjadi korban atau saksi. Edukasi berbasis media ini diharapkan lebih efektif tertanam dalam benak siswa dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.