Rabu, 15 April 2026.

Fajar di SMP 1 Mejobo selalu membawa semangat baru. Hari itu, kompleks sekolah tidak hanya dihiasi oleh tawa riang para siswa, tetapi juga oleh berbagai aktivitas yang bermakna, sebuah wujud nyata dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tangguh dan peduli lingkungan. Dua agenda utama sedang berlangsung: Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan aksi penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Suasana di lapangan upacara mendadak ramai. Dua unit truk pemadam kebakaran berwarna merah menyala terparkir gagah di tengah lapangan, lengkap dengan sirene yang siap meraung. Ini bukanlah keadaan darurat sungguhan, melainkan bagian dari simulasi SPAB. Para siswa, dengan wajah penuh antusiasme, berkumpul di sekeliling truk pemadam kebakaran. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga diberi kesempatan untuk belajar langsung. Dengan bimbingan instruktur profesional, mereka naik ke atas truk, mempelajari peralatan pemadam kebakaran, dan memahami prosedur keselamatan saat terjadi kebakaran. Simulasi ini memberikan pengalaman langsung yang berharga, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk bertindak tepat dan tenang dalam situasi darurat, sehingga mereka dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan mereka sendiri.
Di sudut lain kompleks sekolah, sebuah aktivitas yang lebih tenang namun tak kalah bermakna sedang berlangsung. Para siswa, dengan penuh semangat, berkumpul di area taman sekolah untuk menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Mereka dipandu oleh wali kelas masing-masing, yang dengan sabar mengajarkan cara menanam dan merawat tanaman obat. Dengan tangan-tangan yang cekatan, mereka menggali tanah, menanam bibit, dan menyiramnya dengan air. Aktivitas ini bukan sekadar penanaman tanaman, tetapi juga sebuah pembelajaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan kekayaan alam untuk kesehatan dan kesejahteraan.

Berbagai jenis tanaman obat seperti kunyit, jahe, kencur, dan serai ditanam dengan penuh harapan. Para siswa tidak hanya belajar tentang manfaat masing-masing tanaman, tetapi juga tentang pentingnya merawat dan memeliharanya. Melalui aktivitas ini, mereka belajar untuk lebih menghargai alam dan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Wali kelas mereka dengan penuh kasih sayang memberikan bimbingan dan dukungan, memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkontribusi bagi sekolah dan masyarakat.
Kegiatan SPAB dan penanaman TOGA di SMP 1 Mejobo ini bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan sebuah bentuk nyata dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, peduli lingkungan, dan berwawasan luas. Melalui berbagai aktivitas ini, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diberi kesempatan untuk belajar di luar kelas, mendapatkan pengalaman langsung yang berharga, dan mengembangkan berbagai keterampilan yang akan berguna bagi masa depan mereka. Di bawah asuhan Bapak Rodhi dan seluruh staf pengajar, benih-benih harapan dan cita-cita terus disemai, disirami dengan ilmu pengetahuan dan adab, agar kelak tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan berbuah manis, memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.